MAKANAN SEHAT DAN MENYEHATKAN

Ketika kita sedang menderita penyakit yang mengacam kehidupan kita maka kita  perlu memikirkan tentang makanan dan minuman sehat untuk tujuan pemulihan penyakit tersebut. Begitu juga ketika kita tidak ingin kekambuhan penyakit terjadi atau tidak ingin muncul penyakit baru maka makanan yang baik halal perlu dipikirkan untuk dikonsumsi setiap hari secara tepat. Hal ini sangat mutlak karena persentase terbesar yang dapat menentukan pemulihan tubuh dari penyakit adalah apa yang kita makan dan kita minum. Tetapi sayang informasi yang ada sering sekali bias dan bertolak belakang dengan tujuan makanan yang sesungguhnya.

Kita sering mendengar istilah Pola Makan. Tetapi banyak orang yang tidak mengerti tentang apa yang dimaksud dengan Pola Makan itu.  Pola Makan sehat berhubungan dengan:

  1. Pilihan bahan makanan/minuman. Bisa jadi bahan makanan/minuman tertentu tidak ada pengaruhnya bagi suatu penyakit tetapi sangat berbahaya bagi penyakit tertentu. Tomat misalnya. Makan tomat sangat baik bagi kesehatan karena banyak mengandung vitamin tetapi sangat tidak baik bagi penderita psoriasis dan eksim karena tomat bersifat iritan untuk usus, juga tidak baik bagi penderita kanker karena tomat mengandung malonic acid yang sangat berhaya bagi penderita kanker (Dr. Clark).   
  2. Bumbu masak.
  3. Cara memasak.
  4. Alat memasak.
  5. Alat makan minum.
  6. Jadwal makan minum.
  7. Porsi makan.

Makanan yang baik adalah makanan yang didapatkan dengan cara yang halal dan dibeli dengan menggunakan uang yang halal. Dan menurut Doris J. Rapp, M.D., di dalam bukunya Our Toxic World, bahwa makanan sehat mempunyai persyaratan-persyaratan tertentu seperti:

  1. Substansi makanan  tersebut adalah halal artinya makanan  tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan. 
  2. Deoxyribonucleid Acid yaitu bahan pembentuk kromosom inti sel yang disebut DNA dari  bahan baku untuk membuat makanan tersebut (apel misalnya) tidak direkasaya secara genetis (genetic engineered) oleh para ahli rekayasa genetika.
  3. Bahan baku dari makanan tersebut tidak diproduksi dengan menggunakan bahan kimia seperti pupuk kimia dan hormon pertumbuhan.
  4. Proses pemasakan makanan  tersebut tidak menggunakan alat-alat yang mengandung bahan kimia 
  5. Bumbu makanan tidak menggunakan bahan-bahan kimia
  6. Penyajian makanan tersebut tidak menggunakan peralatan yang mengandung bahan kimia. 
  7. Proses produksi, pengepakan, dan penyimpanan makanan dan minuman tersebut tidak menggunakan tehnik-tehnik pasturisasi,  radiasi, kondensasi, pengawet, dan kemasan plastik. 

Berdasarkan persyaratan-persyaratan seperti tersebut di atas maka kita perlu menyusun daftar makanan sehat, membuat variasi menu, dan mengikutinya sebagai pedoman sesuai dengan kebiasaan makanan sehat dan aman di masyarakat kita. 

KESALAHAN YANG SERING KITA LAKUKAN

Ketika sakit kita sering membuat kesalahan kecil tentang makanan. Misalnya ketika kita menderita gangguan syaraf pusat karena stroke ringan, kita datang berobat ke dokter spesialis syaraf. Sambil melakukan konsultasi dengan dokter spesialis syaraf, kita pasti bertanya kepada dokter tersebut tentang makanan dan minuman apa yang menjadi pantangannya. Nah inilah kesalahan kecil yang sering kita lakukan. Menanyakan makanan pantangan kepada dokter spesialis syaraf adalah kurang tepat. Bertanyalah tentang makanan pantangan kepada dokter spesialis gizi. Seharusnya yang kita lakukan adalah datang berobat ke dokter spesilais syaraf, lalu datanglah ke dokter spesialis gizi untuk menanyakan tentang makanan pantangannya.

Fakta Ibu Donna Oly (38 Tahun) dengan Kekambuhan Mioma dan Makanan Pantangan  

Pada bulan Juli 2012, Ibu Oly mengundang kami untuk membahas tentang kekambuhan miom uterinya setelah 4 tahun pasca operasi penngangkatan miom karena program operasi pengangkatan rahim telah masuk dalam jadwal penanganan kesehatannya.  Kami berdiskusi tentang semua hal yang berhubungan dengan tubuh dan kesehatan wanita berdasarkan ilmu pengetahuan. Secara umum kami membahas tentang isi buku yang ditulis oleh Christiane Northrup, M.D., tentang Women’s Bodies, Women’s Wisdom, tentang buku yang ditulis oleh Doris J. Rapp, M.D., dan tentang pengalaman-pengalaman kami dalam menyelamatkan payudara, rahim, dan indung telur. Dari diskusi inilah Ibu Donnia Oly tahu tentang penyebab-penyebab awal munculnya penyakit, dan penyebab-penyebab terjadinya kekambuhan. Akhirnya Ibu Oly bertanya kepada kami nada penuh keheranan bahwa mengapa selama ini penyedia jasa pelayanan kesehatan saya tidak pernah memberikan saya petunjuk tentang makanan dan minuman?

Jawaban kami adalah mungkin Ibu Donnia Oly tidak pernah berkonsultasi dengan dokter medik spesialis gizi karena itu memang menjadi wewenang dokter medik spesialis gizi.

Konsultasi: silahkan hubungi kami